Custom Search

Thursday, June 30, 2011

Blok M

Siapa yang tidak kenal Blok M ?Di Blok M terdapat terminal angkutan umum yang secara geografis bisa dianggap sebagai terminal sentral dari sistem angkutan umum Jabodetabek di mana kita bisa mendapatkan bus angkutan umum yang akan mengantar kita hampir ke semua terminal yang berada di kawasan Jabodetabek. Di kawasan Blok M terdapat banyak tempat baik untuk refresing maupun untuk berbelanja dan fasilitas fasilitas lainnya. Di sekitar kompleks ini terdapat Pusat Perbelanjaan Pasaraya, Plaza Blok M, Blok M Mall, Blok M Square, Toko Buku Gramedia dan lain lain.
Loket pembayaran Halte Blok M berada di basement Blok M Mall yang berada satu blok dengan Kantor Pos di mana di blok berikutnya terdapat pusat perbelanjaan seperti Ramayana dan toko toko lainnya. Terminal Blok M sendiri memiliki 8 jalur jalan yang telah ditata sedemikian rupa sehingga armada angkutan umum telah ditetapkan jalurnya masing masing. Salah satu jalur telah dijadikan jalur busway dengan membangun tempat penurunan dan ruang tunggu.

Mesjid Agung

Nama Halte Mesjid Agung diambil dari nama Mesjid Agung yang memang kompleksnya berada tepat di depan halte ini yang berada satu kompleks dengan Kampus Universitas Al Azhar Indonesia (UAI)
Halte ini merupakan halte pemberhentian pertama jika kita naik dari arah Blok M atau buat para penumpang dari arah Stasiun Kota jika sudah melewati halte ini berarti sudah harus keluar dari jalur tranportasi busway karena semua penumpang harus turun di halte pemberhentian terakhir Blok M

Bundaran Senayan

Sebenarnya Halte Bundaran Senayan tidak tepat berada di Bundaran Senayan namun sebenarnya berada tepat di depan Ratu Plaza.
Kompleks Ratu Plaza yang di dalamnya terdapat Pusat Komputer dan Swalayan Carrefour berdiri berderet dengan beberapa gedung lainnya seperti Panin Bank, Gedung AXA life, Senayan City dan lain lain.

Gelora Bung Karno

Halte Gelora Bung Karno berada di antara dua kawasan yang sangat penting, yakni Kompleks SCBD ( Sudirman Centre Business District ) dan Kompleks Kawasan Gelora Bung Karno.
Kompleks SCBD berada di sebelah timur dengan deretan gedung yang ada tepat di sisi jalan Jendral Sudirman adalah seperti Plaza Bapindo, Gedung City Bank, Gedung IDX, Menara Sudirman dan gedung gedung pencakar langit lainnya.
Di sebelah barat tampak lahan yang cukup lapang karena sudah merupakan halaman depan dari Kompleks Gelora Bung Karno di mana di dalamnya terdapat Stadiun Utama Gelora Bung Karno, Tennis Indoor dan Istora Senayan. Gedung Tennis Indoor dan Gelora Bung Karno berada di posisi yang agak berdekatan ke Halte ini sedangkan posisi Istora Senayan lebih dekat ke Halte Polda Metro. Wisma Atlet Senayan juga berada berdekatan dengan halte ini.

Polda Metro

Halte Polda Metro tepat berada di depan Kompleks Polda Metro yang pada deretan berikutnya berdiri Gedung Pacific Place yang mana sudah berdampingan dengan gedung IDX yang merupakan bagian dari kompleks SCBD (Sudirman Center Business District )

Sebelah barat halte ini merupakan pintu masuk ke Gedung Istora Senayan Jakarta di mana Gedung Istora ini berdiri satu kompleks dengan Gelora Bung Karno dan Tennis Indoor.

Posisi halte ini identik dengan Halte Bendungan Hilir sebagai bagian dari empat halte yang menopang persimpangan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Jendral Sudirman. Namun tidak seperti Halte Bendungan Hilir dengan Halte Semanggi yang dihubungkan dengan jembatan yang cukup panjang, Halte ini tidak dihubungkan dengan halte lain yang merupakan penopang persimpangan dua jalan yang cukup terkenal ini di Jakarta. Sudirman dan Gatot Subroto.

Bendungan Hilir

Nama Bendungan Hilir adalah nama jalan yang berpangkal di Jalan Sudirman menuju Tanah Abang. Halte ini berada di titik persilangan dua jalan besar yakni Gatot Subroto dan Jenderal Sudirman atau dikenal sebagai Kawasan Semanggi. Halte Bendungan hilir dihubungkan dengan jembatan yang cukup panjang dengan halte di koridor 9 ( Pinang Ranti - Pluit ) yakni Halte Semanggi.
Di ruas sebelah timur halte ini terdapat deretan gedung gedung seperti, Plaza Semanggi dengan dome yang cukup dikenal yakni Balai Sarbini , Universitas Katolik Atmajaya, Rumah Sakit Djakarta, Gedung MRC Rumah Sakit Siloam, Plaza Sentral dan lain lain.
Di deretan sebelah barat terdapat gedung gedung seperti Gedung BRI, Gedung Bank Resona Perdania.
Turun dari halte ini mudah kita mendapatkan angkutan umum, Kopaja 19 rute Tanah Abang - Ragunan, Metromini 640 rute Tanah Abang - Pasar Minggu,
P77 rute Senen - Cimone dan rute rute lainnya.

Karet

Sama seperti Halte Setiabudi nama Halte Karet juga diambil dari nama kawasan yang cukup dikenal yakni kawasan karet. Halte Karet berada di bawa jalan layang ruas Casablanca - Tanah Abang.
Di ruas jalan sebelah barat terdapat Gedung Intiland Tower, Gedung ANZ, General Insurance Dayin Mitra, Wisma Sudirman, Le Meridien Hotel.
Di ruas sebelah timur terdapat Gedung Sampoerna Strategic,
Wisma Metropolitan
HSBC WORLD TRADE CENTRE 1 dan 2, Menara Standard Chartered dan gedung gedung lainnya.

Setia Budi

Nama Setiabudi diambil dari nama kawasan di mana halte ini berdiri.
Di ruas sebelah timur berdiri gedung gedung seperti Gedung Prudential Tower, Chase Plaza, Gedung International Finance Centre. Sedangkan di ruas sebelah barat berdiri Gedung seperti Da Vinci Tower, Mid Plaza dan gedung gedung lainnya.

Dukuh Atas

Dukuh Atas adalah halte transit antar 3 koridor yakni :
Koridor 1 ( Blok M - Stasiun Kota )
Koridor 4 ( Pulo Gadung - Dukuh Atas )
Koridor 6 ( Latuhar Hari - Ragunan ).
Jadi halte ini dicapai cukup dengan sekali naik armada jika berada di ketiga koridor tadi. Walaupun terkadang ada perubahan khususnya bagi koridor 6 jika kondisi memaksa untuk memindahkan penumpang pada jam jam ramai.
Halte ini memiliki dua ruang tunggu terpisah yang dihubungkan oleh sebuah jembatan yang cukup panjang dan sedikit tanjakan yakni dari ruang halte yang berada di depan Gedung Landmark dan ruang halte di depan Gedung Artaloka. Ruang halte yang berada di depan gedung Landmark adalah untuk penumpang dengan arah tujuan Ragunan dan Pulogadung sedangkan untuk ruang halte yang ada di depan Gedung Artaloka adalah untuk tujuan Blok M dan Stasiun Kota.
Halte ini berdekatan dengan Stasiun Kereta Sudirman dan di sekitar halte yang membentang panjang ini terdapat beberapa gedung cukup terkenal seperti Gedung Landmark 1 dan 2, Gedung Artaloka, Wisma Nugrah Santana, Gedung City Bank, Wisma Bumiputra, Gedung BNI 46 dan Wisma BNI 46 dan Gedung gedung lainnya.

Tosari

Diapit oleh dua halte besar yakni Halte Bundaran HI dan Halte transit Dukuh Atas, halte ini cukup kecil karena penumpang yang keluar masuk halte ini jumlahnya memang lebih sedikit dibanding halte halte lain yang ada di koridor 1.
Gedung Pencakar langit besar yang ada di sekitar tempat ini yakni TCT (The City Tower ) dan gedung gedung tinggi lainnya seperti UOB Plaza,
Grand Indonesia dan beberapa gedung kecil lainnya seperti Data Print.

Bundaran HI

Bundaran Hotel Indonesia ( Bundaran HI ) adalah nama yang diambil dari Bundaran berupa kolam dengan air mancurnya dan di tengah tengahnya berdiri Tugu Patung Selamat Datang. Disebut Bundaran HI karena bundaran yang merupakan persimpangan jalan jalan utama di pusat keramaian Jakarta ini berada tepat di depan Hotel Indonesia. Walaupun saat ini Gedung Hotel Indonesia sudah tidak ada namun namanya membekas pada nama Bundaran HI yang memang sangat terkenal bukan saja oleh masyarakat Jakarta namun juga masyarakat Indonesia karena tempat ini merupakan tempat favorit para demonstrator menyampaikan orasi mereka. Jadi sering menjadi lokasi peliputan berita para pemburu berita dari berbagai macam media. Bahkan di salah satu gedung di sekitar bundaran ini yakni Wisma Nusantara sudah dijadikan studio tetap salah satu Stasiun TV swasta untuk menyiarkan langsung program utamanya yang mana telah menjadi acara favorit rakyat Indonesia saat ini, "APA KABAR INDONESIA".
Halte ini bisa dicapai dari beberapa arah selain dari arah Blok M dan/atau Stasiun Kota langsung bisa juga dengan melalui halte transit yakni dari Halte Dukuh Atas dan Halte Harmoni.
Gedung gedung utama yang berderet di sepanjang bundaran ini yakni Wisma Nusantara, Hotel Nikko, Grand Hyatt, Hotel Kempinski, Plaza Indonesia, Mandarin Oriental, Bank Sulut
Deutsche Bank, Plaza Mandiri, Grand Indonesia Shopping Town dan gedung gedung lainnya.

Sarinah

Nama Halte Sarinah diambil dari nama Pusat Perbelanjaan Sarinah yang sudah dikenal jauh sebelumnya. Sebelum jalur busway ada kawasan yang saat ini terdapat halte Busway Sarinah pun telah dikenal oleh masyarakat Jakarta sebagai kawasan Sarinah karena nama besar Sarinah.
Di sebelah timur dan barat halte ini berderet gedung gedung tinggi, ciri khas gedung jalan jalan utama Jakarta.
Di ruas sebelah timur terdapat deretan gedung gedung seperti Menara Cakrawala, Hotel Sari Pan Pacific, Djakarta Theater, Pusat Pembelanjaan Sarinah di mana di salah satu lantainya terdapat Restaurant/Cafe Manchester United. Di deretan berikutnya terdapat deretan Menara BII.
Di sebelah barat berderet gedung seperti Gedung Kementrian Agama, Gedung Menara Thamrin, Gedung Sekertariat Negara, Nenara Topas, Gedung Jaya dan gedung gedung lainnya.

Bank Indonesia

Nama Halte Bank Indonesia tentu saja diambil dari kata Bank Indonesia yang tepat berada di depan halte ini.
Halte ini dapat dicapai langsung dari arah Blok M dan/atau Stasiun Kota karena halte ini tepat di Jalur Koridor 1 Blok M - Stasiun Kota. Posisi Halte ini lebih dekat ke pintu masuk selatan kompleks Tugu Monumen Nasional dibandingkan dengan Halte Monas sendiri. Sehingga biasanya buat penumpang yang berada di Koridor 1 yang akan masuk ke kompleks Tugu Monumen Nasional biasanya lebih memilih berhenti di halte ini daripada harus jalan lumayan jauh dari halte Monas atau masih harus pindah koridor untuk mencapai halte Balai Kota atau Stasiun Gambir yang lebih dekat dengan kompleks Tugu Monumen Nasional.
Di sebelah timur halte ini terdapat gedung Departemen ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral ) yang berdampingan dengan gedung Wisma Antara. Gedung lain yang berada di ruas sebelah timur adalah Indosurya Center, Gedung Bank Mandiri dan beberapa gedung lainnya yang sudah mendekati halte berikutnya yakni Halte Sarinah.

Monas

Halte Monumen Nasional bukanlah halte yang tepat bagi para penumpang yang mau masuk ke dalam kompleks tugu monumen nasional karena halte yang paling tepat adalah Halte Balai Kota dan Halte Stasiun Gambir.
Halte Monas berada di ruas Jalan Merdeka Barat sebagaimana yang kita tahu bahwa kompleks Tugu Monumen Nasional diapit oleh empat ruas jalan yakni Jalan Merdeka Barat, Merdeka Utara, Merdeka Timur dan Merdeka Selatan.
Halte ini dapat dicapai dengan :
Dari Arah Ragunan dengan Rute Ragunan - Monas sebagai tepat pemberhentian terakhir
Dari Arah Blok M dan/atau arah Stasiun Kota yakni lewat rute koridor 1 Blok M - Stasiun Kota.
Di sebelah timur halte ini membentang pagar pembatas dari kompleks Tugu Monumen Nasional sehingga untuk masuk ke dalam kompleks Monas dari Halte ini harus berputar dengan jarak yang lumayan jauh ke arah utara ataupun ke arah selatan untuk melewati pintu masuk.
Di sebelah barat berjejer gedung perkantoran seperti Departemen Perhubungan, Gedung Sapta Pesona Indosat,
Museum Gajah, Mahkamah Konstitusi, Depkomindo, Kementrian Pertahanan, Radio Republik Indonesia (RRI) dan beberapa gedung perkantoran lainnya.

Harmoni

Jalur dan cara yang ditempuh untuk mencapai Halte Harmoni adalah sebagai berikut :
Dari arah Pulo Gadung dengan Rute Harmoni Pulo Gadung dan berhenti di pemberhentian terakhir Harmoni.
Dari arah Blok M ke arah Stasiun Kota dan berhenti setelah Halte Monas.
Dari arah Stasiun Kota ke arah Blok M dan berhenti setelah Halte Sawah Besar
Halte Harmoni lebih dikenal sebagai HCB atau Harmoni Central Busway karena halte ini merupakan tempat transit utama antar koridor.

Halte Harmoni merupakan titik persilangan beberapa koridor dan juga sebagai tempat pemberhentian akhir koridor koridor lainnya.

Adapun rute rute busway baik yang hanya melewati ataupun merupakan tempat pemberhentian akhir adalah :

Blok M <==> Kota
Harmoni <==> Pulo Gadung
Harmoni <==> Lebak Bulus
Kali Deres <==> Pasar Baru
Harmoni <==> PGC (Pusat Grosir Cililitan)
Harmoni <==> Ancol ( Khusus hari Libur)
Pulo Gadung <==> Kali Deres (ekspress)

Harmoni adalah nama yang cukup bersejarah dengan sisa peninggalan yang masih ada. Di depan Halte Harmoni ini di sebelah barat terdapat kompleks Duta Merlin yang di dalamnya terdapat Carrefour, Pertokoan dan perkantoran. Gedung lain adalah Menara BTN, Gedung UOB.
Di sebelah timur terdapat Wisma Hayam Wuruk, BPKP, Indorent Car, Rezeki Supermarket, Eva Bun Bridal foto and Salon,
Hotel dan warung makan.

Sawah Besar

Halte Sawah Besar ini sangat didominasi oleh nama besar Plaza Gajah Mada yang mana tepat sekali berdiri di depan Plaza Gajah Mada.

Plaza Gajah Mada sendiri bergandengan dengan Gedung Gajah Mada Tower. Plaza Gajah Mada adalah pusatperbelanjaan sedangkan Gajah Mada Tower adalah pusat perkantoran.

Dalam Plaza Gajah Mada terdapat pusat penjualan komputer dan asesoris, Hypermart, Matahari Departemen Store, Toko Buku Karisma, Bioskop 21, Millenium Diskotik dan aneka restaurant.

Di seberang Plaza Gajah terdapat Hotel Novotel (dalam tahap pembangunan) Mc Donald Drive Thru, Bank Kesawan, Bank Ganesha, Bank Ina, Wisma Metropolitan

Di samping plaza Gajah Mada juga ada Bank CIMB Niaga, dan berikutnya ada Gedung Pelni yang mana di dalamnya juga ada HSBC.

Halte Sawah Besar dilewati oleh angkot biru 08 rute Kota Tanah Abang dan tak jauh dari halte ini juga ada persimpangan yang dilewati oleh angkot biru M12 rute Kota Senen.

Mangga Besar

Halte Mangga Besar berada di antara Halte Olimo dan Halte Sawah Besar dengan bentuk yang mirip Halte Olimo karena juga berdiri di atas jembatan Kali Ciliwung.

Halte ini diapit oleh Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk di mana tepat di seberang Gajah Mada berdiri gedung Grand Paragon dan di seberang Hayam Wuruk ada Plaza Hayam Wuruk dan Gedung BRI bersebelahan dengan Stadium Diskotik yang mana lebih dikenal sebagai Mandala.

Tempat lain yang cukup dikenal di jalan Gajah Mada adalah Toko Buku Gramedia dan Bank BCA lengkap dengan deretan mesin ATMnya. Di antara Gramedia dan BCA terdapat gedung cagar budaya yakni Gedung Arsip yang sering dipakai untuk acara acara oleh pejabat bahkan juga untuk acara resepsi pernikahan.

Di jalan Hayam Wuruk sendiri terdapat Gedung Bank Permata yang bersebelahan dengan sebuah Mesjid yang cukup dikenal dan selalu ramai.

Tempat lain yang cukup dikenal adalah Tamani Kafe, Restauran Garuda, dan diskotik 1001 malam.

Glodok

Halte ini berada di antara Halte Stasiun Kota dan Halte Olimo. Jalur yang ditempuh untuk mencapai halte ini adalah sebagai berikut :
Dari arah Stasiun Kota dengan berhenti di pemberhentian pertama.
Dari arah Blok M dengan berhenti setelah Halte Olimo
Dari arah Pulo Gadung transit di Halte Harmoni dan dilanjutkan ke arah Stasiun Kota.
Dari arah Pulo Gadung transit di Halte Dukuh Atas dan dilanjutkan ke arah Stasiun Kota.
Halte ini tepat berada di depan Pasar HWI Lindeteves, Pusat Sarana Teknik dan Elektronika.

Di seberang Pasar HWI Lindeteves ini sedang dibangun sebuah gedung tinggi yg bertuliskan Cityloft Gajah Mada.

Glodok selain sebagai pusat perbelanjaan yang dikenal murah, di sekitar kompleks ini pula terdapat pemukiman penduduk yang sudah dihuni cukup lama sebagai kawasan pemukiman dengan pusat kota zaman dulunya yakni Kota Tua.

Pemukiman tersebut seperti Pancoran, Pinangsia, Mangga Besar, Petak Sembilan, Mangga Dua dan lain lain.

Glodok sangat dikenal karena merupakan pusat perbelanjaan murah bukan hanya di Jakarta bahkan di Indonesia. Glodok juga cukup dikenal sebagai tujuan belanja para pedagang dari daerah daerah di Indonesia.

Selain Pasar HWI Lindeteves, di sekitar kompleks ini pula terdapat gedung gedung lainnya seperti Plaza Pinangsia, Orion Plaza, Glodok Jaya, Lindeteves Trade Centre dan deretan ruko ruko lainnya yang juga menjual barang barang elektronik dan sejenisnya.

Sehabis para pedagang berbenah menjelang petang dan menutup tokonya, di area Glodok dan sekitarnya kehidupan bisnis dunia malampun dimulai. Beberapa diskotik yang cukup dikenal di daerah ini seperti Sidney2000, Crown, Sun City, Club36 dan beberapa tempat hiburan lainnya.

Menjelang subuh di saat para penikmat hiburan malam bergegas pulang muncul lagi beberapa kelompok usia manula bersenam pagi dengan membawa tape untuk mengiringi senam mereka dan dipandu masing masing pemimpinnya.

Sebagian juga ada yang hanya berlari dan berjalan cepat mengelilingi gedung gedung yang ada di saat para pedagang belum membuka toko mereka.

Jadi bisa disimpulkan semarak kehidupan di Kawasan Glodok tidak pernah mati dari pagi buta, siang menjelang malam hingga subuh kembali.

Fasilitas lain yang ada di Glodok adalah My Hotel yang berseberangan dengan Polsek Taman Sari di Jalan Blustru yakni sebuah jalan yang memisahkan LTC Glodok dan Pasar HWI Lindeteves

Olimo

Halte Olimo terletak antara Halte Glodok Dan Halte Mangga Besar dan dibangun di atas Kali Ciliwung yang memisahkan Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk membentuk jembatan.

Halte ini berseberangan langsung dengan Hotel Mercury di Hayam Wuruk dan Apartemen Mediterania di Gajah Mada yang di depannya berdiri sebuah gedung kecil dengan ciri khas bermenara kincir angin Belanda yakni Gedung Holland Bakery.

Sekedar info bahwa dari Halte Stasiun Kota hingga Halte Harmoni terbentang dua jalan yang sejajar dan hanya dipisahkan oleh Kali Ciliwung yakni Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.

Di samping Hotel Mercury terletak Gedung Harian Koran Warta Kota dan terus ke selatan Gedung Dwiyana tepat di pertigaan yakni pertigaan Hayam Wuruk dengan Jalan Mangga Besar Raya.

Di pertigaan ini terdapat pangkalan bemo dengan rute dari sepanjang ruas Mangga Besar Raya yakni antara Olimo Jalan Gunung Sahari.

Di samping Apartemen Mediterania terdapat SMU 2 Jakarta dan sedikit ke arah utara lagi terdapat Gedung Bank BII yang berseberangan dengan food court yang menempel dengan Hotel Jayakarta.

Hotel Jayakarta sendiri sebenarnya sudah menghadap ke Jalan Labu sebuah Jalan Kecil yang memisahkan Hotel Jayakarta dengan Gedung LTC Glodok yang berarti tempat tersebut sudah lebih mendekati Halte Glodok.

Jalan Labu membentuk pertigaan dengan Hayam Wuruk dan memisahkan Hotel Jayakarta dan LTC Glodok. Di Jalan Labu selain terdapat Hotel Labu Indah terdapat juga aneka restaurant mulai dari masakan Padang, Masakan Thailand hingga Masakan China. Di mana Jalan Labu ini sendiri bersilangan dengan Jalan Mangga Besar 1 yang terkenal sebagai pusat jajanan makanan.

Aneka jajanan makanan ini sebenarnya dimulai dari pertigaan Hayam Wuruk Mangga Besar Raya sampai ke kawasan Lokasari, Ruas Mangga Besar 1 yang bertemu kembali dengan Jalan Labu. Semua tempat tempat tersebut bisa dijangkau dengan jalan kaki dari Halte Olimo.

Jalan Raya Mangga Besar mentok di Jalan Gunung Sahari setelah melewati tempat yang cukup dikenal seperti Lokasari, Rumah Sakit dan Rumah Duka Husada, Hotel Astika, Stasiun Kereta Api Mangga Besar dan masih banyak lagi.

Stasiun Kota

Stasiun Kota adalah pemberhentian terakhir koridor 1 dari arah Blok M. Halte ini berada dalam bagian kawasan yang dikenal sebagai Kota Tua atau Oud Batavia.
Berseberangan langsung dengan Stasiun Kereta Api Beos dan Gedung Museum Bank Mandiri.

Lokasi halte ini berada di kawasan yang sangat ramai oleh pengendara dan juga pejalan laki sehingga terpaksa dibuatkan terowongan khusus bagi pejalan kaki yang dibuat dibawah halte ini.

Hasil pemugaran Kota Tua yang semakin ramai dikunjungi sebagai tempat bermain yang murah dan merakyat cukup berperan menambah arus penumpang busway tujuan Stasiun Kota ini. Sehingga bertambah ramailah kawasan ini yang cukup strategis karena diapit oleh pusat perbelanjaan yang cukup ramai yakni Mangga Dua, Glodok dan Asemka.

Selain sebagai tempat transit para penumpang kereta api Stasiun Beos, Halte busway Stasiun Kota juga tempat transit tujuan lain dengan angkutan umum ke arah Tanjung Priok, Kartini Pasar Baru, Mangga Dua, Jembatan Lima, Bandengan, Pelabuhan Sunda Kelapa dan lain lain

Bagi yang belum paham benar wisata Kota Tua saya menjelaskan secara singkat objek apa saja yang sebenarnya ada di Kawasan Kota Tua ini.

Bagian utama Kota Tua adalah berupa museum yang disebut Fatahillah dengan halaman berubin yang cukup luas yang pada hari hari libur sangat padat oleh para penjual yang tentunya target pasarnya adalah masyarakat menengah ke bawah.

Disediakan pula tempat tempat duduk ala kadarnya di setiap sudut halamannya sebagai tempat melepas penat bagi pengunjung yang kelelahan berjalan keliling "kota kecil" ini.

Memasuki Museum Fatahillah dengan harga tiket masih di bawah goceng (red Rp 5.000), pengunjung akan dibawa ke sejarah masa lalu Jakarta mulai dari masa kejayaan kerajaan kerajaan di Indonesia.

Dari museum inilah jelas dipaparkan tentang sejarah Jakarta yang dulunya adalah berada di kawasan yang oleh masyarakat Jakarta zaman sekarang tidak terlalu mengetahuinya yakni Kota Tua ini sendiri.

Selain Museum Fatahillah di dalam kawasan ini pula terdapat bangunan lain yang cukup bersejarah sebagai saksi sejarah Jakarta dalam satu kesatuan Kota Batavia sesuai dengan fasilitas umum yang ada di dalam kota tersebut sesuai dengan kebutuhan penghuninya pada masanya.